Open top menu
Selasa, 14 Februari 2012

Bagian dalam hidung
Pada atap rongga hidung terdapat suatu daerah berambut yang ukurannya sedikit lebih besar daripada sebuah prangko. Daerah ini disebut epitel olfaktorius yang terdiri atas ribuan sel-sel yang dikhususkan untuk mendeteksi berbagai bau. Lebih kurang ada 6 sampai 30 jenis sensor di permukaan sel-sel tersebut. Pada saat molekul bau dari udara mendarat pada sel-sel tersebut, maka menghasilkan impuls saraf (rangsangan saraf). Impuls ini berjalan ke bulbus olfaktorius (bulbus = bentuk lampu) di mana mereka akan dipilih-pilih menurut jenisnya dan diproses, kemudian dikirim melalui saraf penciuman (saraf olfaktorius) ke otak.

Sensor-sensor penciuman
Di bawah mikroskop elektron, epitel olfaktorius terlihat sebagai massa rambut dan saraf atau benang. Rambut-rambut ini disebut silia, dan mereka menyebar dari tonjolan-tonjolan sitoplasma sel-sel reseptor penciuman (sel-sel penerima bau). Silia memiliki paku-paku kecil yang dianggap merupakan titik interaksi antara bahan-bahan yang berbau dan sel saraf reseptor.









Tagged
Different Themes
Written by Lovely

Aenean quis feugiat elit. Quisque ultricies sollicitudin ante ut venenatis. Nulla dapibus placerat faucibus. Aenean quis leo non neque ultrices scelerisque. Nullam nec vulputate velit. Etiam fermentum turpis at magna tristique interdum.

0 komentar

Silahkan, sekarang, siapapun boleh memberikan komentar.
Blog ini Dofollow, silahkan beri komentar untuk mendapat backlink gratis